Kedatangan Kiamat harus kita siapkan
Kedatangan Kiamat harus kita siapkan
Pemerintah kabupaten Wonosobo bekerja sama dengan Kodim dan Polres menyelenggarakan pengajian rutin tiap awal bulan. Pengajian ini ditujukan kepada semua pimpinan dan anggota untuk menambah ilmu dan sekaligus sebagai ajang silaturahmi dan sinergitas antar lembaga. Pengajian kali ini bertempat di Pendopo Bupati dengan mengundang mubaligh Prof Dr KH Mukhotob Hamzah, MM sekaligus sebagai Rektor Unsiq dengan mengambil tema tentang Kiamat. (10/1)
Hari Kiamat adalah peristiwa di mana alam semesta beserta isinya hancur luluh yang membunuh semua makhluk di dalamnya tanpa terkecuali. Hari kiamat ditandai dengan bunyi terompet sangkakala oleh Malaikan Israfil atas perintah dari Allah SWT.
Kiamat dibagi 2 yaitu Kiamat Sughra/Sughro (Kiamat Kecil) dan kiamat Kubro. Kiamat Sughra adalah kiamat kecil yang sering terjadi dalam kehidupan manusia yaitu kematian. Setelah mati roh seseorang akan berada di alam barzah atau alam kubur yang merupakan alam antara dunia dan akhirat.Kiamat sughra sudah sering terjadi dan bersifat umum atau biasa terjadi di lingkungan sekitar kita yang merupakan suatu teguran Allah SWT pada manusia yang masih hidup untuk kembali ke jalan yang lurus dengan taubat.
Kiamat kubra akan terjadi satu kali dan itu belum pernah terjadi dengan kejadian yang benar-benar luar biasa di luar bayangan manusia dengan tanda-tanda yang jelas dan pada saat itu segala amal perbuatan tidak akan diterima karena telah tertutup rapat.
KH Mukhotob Hamzah menambahkan saat ini ada terjadi pergeseran orang dalam menimba ilmu. Kalau dahulu orang belajar datang ke guru/ustad sekarang cukup buka HP buka google. Inilah yang harus diwaspadai. Belajarlah pada ahlinya, sebab kebenaran di google tidak bisa dipertanggung jawabkan.
Data yang ada di Dinas Kesehatan untuk wilayah Wonosobo masih ada kurang lebih 105 ribu kepala keluarga yang belum mempunyai jamban keluarga. Pemerintah saat ini baru bisa membantu 1000 buah bantuan untuk pembuatan jamban. Jika itu nunggu pemerintah maka dibutukan kurang lebih 100 tahun. Apa mungkin kita harus nunggu sampai 100 tahun agar masyarakat Wonosobo bisa hidup sehat. Itukan tidak mungkin
Yang kedua Dandim mengingatkan kepada kita semua saat ini sudah memasuki masa kampaye dalam rangka pemilu, karena untuk menyelenggarakan itu membutuhkan biaya besar maka keamanan masyarakat harus kita utamakan. Siapa pun yang menjadi presiden itu adalah pemimpin kita. Mari kita dukung. Jangan sampai terjadi perpecahan gara – gara beda pilihan.
Pendim0707
Komentar
Posting Komentar