PESANTREN SIAP MENCETAK GENERASI PENERUS BANGSA
PESANTREN SIAP MENCETAK GENERASI PENERUS BANGSA
Pondok pesantren An Nida Bording School Selomerto melaksanakan Haflah At Tasyakur lil ihtitam ke 7. Dalam acara tersebut diikuti ratusan santri dan hadir Muspida Wonosobo, Muspika Selomerto dan KH Mukhotom Hamzah serta Pembicara KH Safrodin Ismail dari rembang. (6/4)
KH Rahmat Salim SAg MPdI selaku pimpinan Pondok Pesantren menyampaikan rasa sukur yang luar biasa karena bisa melaksanakan acara dengan meriah. Kegiatan ini sebagai bentuk sebuah keberhasilan dari Ponpes karena kali ini ada beberapa santri yang bisa menjadi seorang khafidoh.
Dalam kesempatan kali ini menyampaikan agar santri bisa berhasil menjadi ahli agama dan bisa penerus bangsa maka anak di TITIP kan ke Ponpes. Arti Titip adalah Tega, ihlas, Tawakal, Ihtiar, Percaya. Tega. Orang tua harus tega melepas anaknya menyerahkan ke ponpes untuk didik. Anak jauh dari orang tua, saudara, tidak membawa HP. Ihlas melepas anak jauh dari orang tua. Sebagai orang harus percaya kepada pondok pesantren dengan sepenuh hati dalam mendidik anak – anak menjadi anak yang sholeh. Disini anak diawasi selama 24 jam. Dengan kegiatan yang sangat padat baik ilmu agama dan ilmu umum. Di Ponpes An Nida ini sudah ada pendidikan umumnya yaitu SMP dan SMA.
Kapten Inf Nafarin yang mewakili Komandan Kodim 0707/Wonosobo mengucapkan selamat atas terselenggaranya acara ini. Saya yakin bahwa diponpes ini akan mencetak ganerasi yang memiliki wawasan yang kuat dilandasi ilmu agama yang hebat. Ini dapat dilihat dari semangat mereka dalam mencari ilmu. Kepada yang diwisuda selamat semoga ilmu yang diperoleh bisa membawa manfaat khususnya diri sendiri, keluarga serta lingkungan. Kepada yang belum diwisuda tetap semangat mencari ilmu.
Untuk itu santri harus bisa mengikuti jejak kami, agar bisa seperti ini hanya ada satu cara yaitu belajar dengan sungguh – sungguh. Doa restu orang tua dan tidak a menyerah terhadap masalah yang dihadapi. Berbahagia menjadi santri karena kesempatan berbuat tidak baik akan terawasi oleh para ustad sehingga dengan situasi tersebut para santri fokus dalam belajar baik ilmu agama maupun ilmu umum. Ingat tantangan kedepan semakin berat dan komplek, untuk itu santri harus siap menyambutnya
Pendim0707
Komentar
Posting Komentar