Cegah Api Muncul Kembali, Koramil 11/Kaliwiro Bersama Instansi Terkait Operasi Pendinginan Lahan Bekas Kebakaran Hutan di Bukit Bluwuk
Wonosobo – Dalam upaya mencegah munculnya kembali api di tengah kondisi cuaca yang masih kering, Koramil 11/Kaliwiro Kodim 0707/Wonosobo bersama instansi terkait dan relawan melaksanakan operasi pendinginan lahan bekas kebakaran hutan di kawasan Perhutani.
Kebakaran yang terjadi pada Selasa, 22 September 2026 pukul 20.00 WIB di Bukit Bluwuk, Petak 13 F dan Petak 13 G, Desa Kaliguwo, Kecamatan Kaliwiro, hingga kini belum sepenuhnya padam. (25/9/2026)
Kegiatan pendinginan difokuskan pada penyiraman tunggak kayu dan sisa kayu yang masih menyimpan bara api di Petak 13 F. Sementara itu, lahan di Petak 13 G telah dinyatakan aman oleh pihak Perhutani. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 7 hektar.
Operasi ini melibatkan sinergi lintas sektor, yaitu Koramil 11/Kaliwiro, Polsek Kaliwiro, SAR Kaliwiro, BPBD Wonosobo, anggota Perhutani, serta Linmas Desa Kaliguwo. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen bersama dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Wonosobo.
Di tempat terpisah, Dandim 0707/Wonosobo Letkol Inf Yoyok Suyitno, S.Sos menekankan pentingnya langkah pendinginan tersebut. “Ini merupakan langkah yang penting mengingat saat ini belum turun hujan. Dengan adanya upaya pendinginan diharapkan kebakaran tidak muncul lagi,” ujarnya.
Dandim 0707/Wonosobo juga menghimbau seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Karhutla. “Kepada semuanya, mari waspada terhadap Karhutla dengan cara sering patroli ke wilayah, edukasi warga tentang bahaya Karhutla, dan akibat jika terjadi Karhutla,” tegasnya.
Upaya pendinginan ini diharapkan mampu menekan resiko kebakaran susulan sekaligus menjaga kelestarian kawasan hutan di Kecamatan Kaliwiro. Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, Perhutani, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman Karhutla di musim kemarau.
Pendim0707




Komentar
Posting Komentar