Rangkaian Hari Jadi Wonosobo ke-201 Dimulai, Dandim Serahkan Bendera Merah Putih pada Upacara Pasrah Tampi Panji-Panji
Wonosobo - Rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonosobo ke-201 Tahun 2026 resmi dimulai dengan Upacara Pasrah Tampi Panji-Panji yang berlangsung khidmat di halaman Pendopo Kabupaten Wonosobo. Mengusung tema "Nyawiji Pakarti, Wonosobo Loh Jinawi", kegiatan tersebut menjadi simbol pelestarian budaya sekaligus penguat semangat kebersamaan dalam membangun daerah.
Prosesi diawali dengan persiapan, dilanjutkan kirab panji dan pusaka memasuki Pendopo, pembacaan prasetya atau ikrar penyerahan (pasrah), prosesi penerimaan (tampi), amanat, doa penutup, hingga kirab lanjutan menuju wilayah kecamatan.
Bupati Wonosobo, H. Afif Nurhidayat, S.Ag., dalam amanatnya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum Hari Jadi Kabupaten Wonosobo ke-201 sebagai penguat persatuan dan semangat membangun daerah.
"Rangkaian Hari Jadi Kabupaten Wonosobo ke-201 diawali dengan upacara serah terima panji dan pusaka pemerintahan kepada Forkopimca di 15 kecamatan. Prosesi ini harus terus dilestarikan dan dikembangkan sebagai identitas jati diri serta simbol sinergitas dalam membangun Kabupaten Wonosobo," ujarnya.
Afif menjelaskan, panji dan pusaka pemerintahan selanjutnya akan dikirabkan ke seluruh kecamatan hingga desa dan kelurahan. Kirab tersebut menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat sekaligus mengajak seluruh warga berpartisipasi dalam menyemarakkan hari jadi Wonosobo.
"Setelah selesai dikirabkan di masing-masing kecamatan, panji dan pusaka akan dikembalikan ke kabupaten. Mari bersama-sama membangun Kabupaten Wonosobo dengan berlandaskan semangat guyub rukun mustikaning laku," katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Dandim 0707/Wonosobo Letkol Inf Yoyok Suyitno, S.Sos., turut berpartisipasi dengan menyerahkan Bendera Merah Putih sebagai simbol persatuan dan kecintaan terhadap bangsa.
Menurut Dandim, Upacara Pasrah Tampi Panji-Panji bukan sekedar seremonial, tetapi memiliki makna penting dalam menjaga warisan budaya leluhur agar tidak hilang oleh perkembangan zaman.
"Tradisi ini harus terus dilestarikan dan dikembangkan sebagai identitas jati diri masyarakat Wonosobo. Melalui sinergi seluruh elemen, kami berharap semangat kebersamaan ini mampu menggerakkan perekonomian masyarakat hingga ke pelosok desa," ungkapnya.
Ia menambahkan, pelestarian budaya menjadi fondasi penting dalam membangun daerah yang maju tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur para pendahulu.
"Upacara Pasrah Tampi Panji-Panji bertujuan menjaga kebudayaan warisan leluhur agar tidak terputus. Semangat itulah yang menjadi energi bersama untuk membangun Kabupaten Wonosobo yang semakin maju, lestari, dan asri," pungkasnya.
Pendim0707


.jpeg)



Komentar
Posting Komentar