Grebeg Suran Lintas Agama dan Budaya ke-12 Digelar di Wonosobo, Bupati Afif Nurhidayat Ajak Masyarakat Bangun Harmoni yang Lebih Tinggi
Wonosobo – Kabupaten Wonosobo kembali menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kerukunan antar umat beragama dan keberagaman budaya. Tradisi Grebeg Suran Lintas Agama dan Budaya Tahun 1960/1448 H/2026 M digelar dengan meriah di Pendopo Bupati Kabupaten Wonosobo, Rabu (1 Juli 2026).
Acara yang memasuki tahun ke-12 ini mengusung tema “Merawat Kerukunan, Menguatkan Kebersamaan Dalam Harmoni Budaya dan Keberagaman”. Kegiatan diawali dengan Do’a Bersama Lintas Agama, dilanjutkan dengan Kirab Gunungan dan Kembul Bujana yang diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.
Bupati Wonosobo H. Afif Nurhidayat, S.Ag. dalam sambutannya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang telah memprakarsai acara ini sejak awal.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Wonosobo, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. Acara ini bisa menjadi contoh bagi wilayah-wilayah lain di Indonesia,” kata Bupati Afif Nurhidayat.
Bupati menilai Grebeg Suran Lintas Agama dan Budaya sebagai cerminan harmoni yang nyata di Wonosobo. Masyarakat dari berbagai agama dapat hidup berdampingan dengan saling menghargai dan menghormati, sehingga menciptakan suasana aman, nyaman, dan damai.
“Keberagaman bukan sekadar realitas sosial yang harus diterima, melainkan kekuatan yang harus dikelola menjadi energi persatuan. Pembangunan dan kemajuan bersama merupakan nikmat yang patut kita syukuri,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati Afif menyampaikan bahwa persatuan dan kedamaian yang saat ini dirasakan bukan hadir dengan sendirinya, melainkan hasil komitmen seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga sikap saling menghormati, memahami, dan menguatkan. Ia juga mengingatkan tantangan zaman saat ini, terutama provokasi di media sosial yang sering memicu perpecahan.
“Hari ini kita patut berbangga karena kita telah naik kelas. Jika dulu kita berbicara toleransi, hari ini kita sedang membangun harmoni. Harmoni adalah fase ketika keberagaman tidak lagi sekedar hidup berdampingan, tetapi telah menjadi kekuatan untuk bekerja sama dan bergotong royong,” ujar Bupati.
Ia mengajak seluruh masyarakat Wonosobo untuk terus merawat kedamaian, memperkuat kerukunan, dan menjadikan Grebeg Suran sebagai pengingat bahwa nilai-nilai Pancasila harus terus hidup dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Dandim 0707/Wonosobo yang diwakili Kasdim Mayor Arh Siswoto Nurharjo menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan tersebut. “Acara ini sangat bagus. Umat beragama saling duduk bersama melaksanakan satu kegiatan. Ini merupakan simbol kerukunan agama yang sejati,” kata Kasdim.
Acara Grebeg Suran Lintas Agama dan Budaya ini diharapkan dapat menjadi tradisi tahunan yang semakin kuat sebagai modal sosial pembangunan daerah serta memperkokoh persatuan di tengah keberagaman yang menjadi kekayaan bangsa.
Pendim0707



.jpeg)


Komentar
Posting Komentar